Minggu, 24 Maret 2013

Dalami Musik hingga Perguruan Tinggi

PDF Print
Monday, 23 July 2012
Memilih musik sebagai karier profesional di masa depan? Kenapa tidak. Bila musik memang bakat dominan Anda dan tertarik untuk lebih jauh mendalaminya, kuliah di Jurusan Musik merupakan pilihan yang tepat.

Apalagi, sejauh ini industri musik dalam negeri semakin berkembang sehingga menunjang lulusan jurusan bidang ini untuk menyalurkan bakat kreatif mereka. Begitu pun dengan menjamurnya sekolah musik hingga mencapai jenjang perguruan tinggi. Sekolah musik adalah sekolah yang melatih anak-anak yang berminat untuk mengembangkan bakat mereka di bidang musik.

Berbeda dengan kursus ataupun les, sekolah musik memiliki kurikulum serta ujian yang sama seperti jurusan lain dan berjenjang hingga tingkat perguruan tinggi. Musik adalah bentuk seni olah bunyi. Secara luas musik diartikan sebagai bunyi dan olahan bunyi yang melibatkan rasa, bahkan karsa manusia yang paling dalam. Itulah mengapa musik bukan sekadar pembelajaran atau pelajaran keterampilan mengolah bunyi.

Teori musik memerlukan pengetahuan dan keterampilan, bukan hanya bermain dengan telinga dan menghafal lagu serta mencatatnya. Bakat bermusik perlu dilatih dan diolah kembali melalui pengetahuan yang mumpuni. Pelatihan formal akan menantang Anda untuk tingkat yang lebih tinggi. Sekolah musik memberi manfaat besar, terutama untuk masa depan nanti.

“Pengetahuan teori adalah modal. Kuliah di bidang musik bisa jadi modal dasar seseorang untuk berkecimpung di industri ini karena juga ada mata kuliah manajemen dan bisnis musik, jadi sangat luas,” kata Beben Jazz, dosen musik di Universitas Pelita Harapan. Beben yang mengajar tujuh mata kuliah itu mengutarakan, mahasiswa di kampusnya mempelajari musik secara general.

Ada dua fokus jurusan yang dipelajari dalam Fakultas Ilmu Seni, yaitu Jurusan Musik Klasik dan Kontemporer. Beben mengatakan, materi yang diberikan mahasiswa akan dibagi ke dalam enam fokus. Beberapa di antaranya berkaitan dengan teori musik dan praktik bidang mayor. Di luar bidang mayor, mahasiswa akan belajar instrumen minor yang bergantung pada pilihan mahasiswa.

Tak hanya itu, mahasiswa juga belajar melatih kepekaan indera pendengaran dan dalam membaca not balok. Begitu penting wawasan dan pengetahuan mengenai teori musik bagi musisi yang memang sudah berkecimpung di bidang musik. Menurut Beben, banyak musisi akhirnya mengambil kelas karena semakin menyadari betul pentingnya keseimbangan antara wawasan dan keterampilan dalam bermusik.

Lalu, bagaimana perkembangan minat mahasiswa untuk masuk Jurusan Musik? Menurut Beben, dari tahun ke tahun minat anak muda untuk masuk jurusan ini semakin tinggi. Di Universitas Pelita Harapan yang sudah sejak 2004 memiliki Jurusan Musik, calon mahasiswanya mengalami peningkatan. “Mereka semakin menyadari bahwa tak cukup hanya bakat dan terampil memainkan alat, tapi juga harus terampil membaca not balok serta mempertajam pendengaran,” tambahnya.

Sementara itu, banyak mahasiswa Jurusan Musik yang juga ingin meningkatkan keterampilan memainkan alat musik dengan cara mengambil kursus. Reza Feris, salah seorang instruktur di Purwacaraka Music Studio mengatakan, beberapa muridnya ada yang merupakan mahasiswa di sekolah musik.

Menurut instruktur gitar klasik dan keyboard itu, kebanyakan mahasiswa yang kursus di tempatnya memang sengaja mengambil kelas karena ingin lebih memperdalam “ilmu” mereka. “Mereka biasanya sudah bisa main alat musik. Tapi, mereka ingin memperdalam lagi teknik, improvisasi, serta kemampuan membaca not balok,” sebutnya. Di Indonesia, pendidikan musik belum diproyeksikan menjadi sesuatu yang penting.

Hal ini terlihat dari belum dijadikannya mata pelajaran seni yang diajarkan di sekolah dasar secara lebih maksimal bila dilihat dari jam belajar siswa. Karena itu, pengaruhnya pada anak didik dan outcome-nya tidak sebesar mata pelajaran lain. Padahal, bisa dibilang talenta generasi muda di bidang musik cukup banyak bermunculan.

Seberapa jauh Anda ingin mengembangkan bakat? Ini akan menjadi faktor penentu untuk mendapatkan pelajaran yang terbaik bagi pekerjaan di masa depan. Dibutuhkan kerja keras dan dedikasi untuk menjadi yang terbaik sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi minat Anda.

Seseorang tidak dapat mengandalkan kemampuan alaminya, melainkan harus terus mengasah keterampilan yang dimiliki. Begitu pula dengan karier bermusik, bagi yang memiliki talenta ini, harus terus diasah dan dikembangkan. dyah ayu pamela

Sehat dengan Kombinasi Vitamin D dan Kalsium

PDF Print
Monday, 25 June 2012
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa suplemen kalsium yang dikonsumsi bersamaan dengan vitamin D akan memperpanjang usia.

Para peneliti mencatat, kombinasi dari kedua suplemen ini lebih efektif dibandingkan hanya mengonsumsi vitamin D. ”Studi kami membuktikan hubungan sebab-akibat bahwa kalsium dan vitamin D memiliki efek yang baik untuk kesehatan secara umum,”kata penulis studi Dr Lars Rejnmark,asisten profesor di Universitas Aarhus Hospital,Denmark.Lars mengatakan, kalsium dan vitamin D kini telah terbukti mengurangi risiko patah tulang osteoporosis dan kematian pada orang tua.Laporan tersebut akan diterbitkan dalam edisi Agustus Journal of Clinical Endokrinologi dan Metabolisme.

Dalam penelitian ini,tim Rejnmark mengumpulkan data dari lebih dari 70.000 orang yang berumur sekitar 70 tahun.Para peneliti menemukan bahwa selama tiga tahun,vitamin D saja tidak mengurangi risiko kematian (mortalitas),tapi ketika ditambah dengan asupan kalsium,risiko kematian berkurang 9%. Diketahui bahwa kombinasi vitamin D dan kalsium dapat mengurangi patah tulang pada orang tua. Namun,kelompok Rejnmark mencatat bahwa penurunan mortalitas yang terlihat dalam analisis ini bukan karena patah tulang lebih sedikit,tetapi efek dari suplemen yang melampaui kesehatan tulang.

Terakhir,data menunjukkan,mengikat suplemen kalsium ini akan meningkatkan risiko serangan jantung. Sebuah studi pada edisi bulan Mei tentang jantung menemukan bahwa suplemen kalsium dapat meningkatkan risiko serangan jantung sebesar 86%.Namun, risiko tidak meningkat dengan kalsium yang bersumber dari makanan. Dr Michael Holick,profesor kedokteran,fisiologi,dan biofisika di Boston University School of Medicine,mengatakan bahwa penelitian lain menunjukkan vitamin D yang cukup dalam tubuh bisa mengurangi risiko kematian sekitar 7%.

Meskipun mekanisme yang tepat tentang mengapa suplemen ini memperpanjang umur tidak diketahui,Holick percaya bahwa konsumsi suplemen vitamin D beserta kalsium akan baik untuk meningkatkan fungsi sel dan kesehatan jantung. Holick merekomendasikan agar orang dewasa mengonsumsi 1.500 sampai 2.000 vitamin D setiap hari dengan 1.000 sampai 1.200 miligram kalsium dari kedua diet dan suplemen dalam kombinasi.Menurut dia,tidak ada kerugian untuk meningkatkan asupan vitamin D.

”Dengan demikian,Anda akan memelihara kesehatan tulang Anda, Anda akan meningkatkan kekuatan otot dan Anda mungkin memiliki manfaat kesehatan tambahan, termasuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular,kanker tertentu,diabetes tipe 2,dan penyakit menular,”kata Holick. ● healtyday/dyah ayu pamela
 

Makanan Kemasan, AMANKAH?

PDF Print
Tuesday, 25 September 2012
Makanan kemasan kini menjadi solusi paling tepat bagi mereka yang sibuk. Sebenarnya tak masalah sepanjang Anda jeli melihat komposisi nutrisi pada kemasannya.

Mengonsumsi makanan dalam kemasan, sudah menjadi hal lumrah saat ini. Kepraktisan biasanya menjadi salah satu alasan orang memilih makanan kemasan. Produk makanan kemasan yang kian inovatif juga mendorong semakin tingginya angka konsumsi makanan kemasan ini.

Pasar yang terus bertambah, tentu saja membuat bisnis ini pun tumbuh subur. Berbagai teknologi pun terus diperbarui untuk mengemas makanan agar tetap segar. Meski begitu, masih banyak juga orang yang meragukan kesehatan makanan kemasan. Ada yang beranggapan bahwa makanan alami tetap lebih baik dibandingkan makanan kemasan.

Menanggapi hal tersebut, ahli gizi dr Tirta Prawita Sari MSc SpGK mengatakan, penting sekali bagi masyarakat untuk memperhatikan label kandungan nutrisi pada kemasan. Memang makanan kemasan yang diproduksi dewasa ini diproses dengan teknologi tinggi yang aman bagi kesehatan. Namun, tetap saja konsumen harus tetap jeli melihat label pada kemasan “Sayangnya, masyarakat di Indonesia maupun negara berkembang memang tidak termasuk yang suka membaca label kemasan,” sebutnya.

Tirta menambahkan, saat ini hal pertama yang dilihat masyarakat saat membeli suatu produk adalah harga, lalu masa kedaluwarsa, kemudian baru info gizi di dalamnya meski tidak terlalu memperhatikan detailnya. Membaca label kemasan memang tidak mudah, tapi bukan juga berarti sulit. Ada tiga komponen penting bagi masyarakat untuk lebih teliti membaca label kemasan, yaitu jumlah takaran saji, jumlah energi, dan persentase kecukupan gizi.

Tidak jarang dalam produknya, produsen menambahkan dengan zat-zat vitamin lain. Hal Ini, Tirta menyebutkan, sebagai langkah baik untuk fortifikasi, tapi sebagian konsumen hendaknya juga perlu memperhatikan jumlah asupannya agar tidak berlebih dari kebutuhan. “Yang paling penting, lihat komposisi zat gizi makro seperti protein, lemak, dan karbohidrat,” sebutnya.

Sementara, untuk jumlah kalori takaran saji, perhatikan berapa jumlah kalori per sajian, lanjut dengan kandungan energi per sajian. Hal ini penting karena kadang-kadang produsen mencantumkan sajian bukan dengan ukuran satu bungkus yang kita beli, tetapi dalam jumlah yang lebih besar. Misalnya kandungan natrium dalam minuman elektrolit bila konsumen yang menderita hipertensi terkecoh dengan jumlah takaran kemasan akan berbahaya.

Padahal, konsumsi asupan kandungan zat tertentu per hari biasanya dibatasi. Bisa jadi, apa yang kita konsumsi melebihi batas bila kita kurang memperhatikan jumlah takaran saji. Lain lagi bila Anda yang sedang menjalani program diet. Perhatikan bukan hanya apa yang Anda makan, tapi minuman dalam kemasan pun ternyata memiliki kalori yang tinggi. Untuk diketahui, menurut angka ratarata kecukupan gizi tahun 2004, jumlah asupan kalori untuk perempuan usia 25-30-an tahun sebesar 1.900 kalori, sementara pria dengan range usia yang sama membutuhkan 2.550 kalori.

Dalam produk kemasan juga terdapat kandungan kecukupan gizi, seperti kandungan serat, lemak jenuh, dan omega 3. Untuk amannya, menurut Tirta, gunakan ukuran kandungan di bawah 5% untuk suatu zat yang kurang baik bagi tubuh, seperti lemak jenuh dan gunakan ukuran 20% di atasnya untuk kandungan yang baik bagi tubuh seperti serat.

Meski saat ini sebagian besar apa yang kita makan sudah dalam bentuk kemasan. Tetap disarankan untuk makan dan minum dari bahan yang segar dan masih alami tanpa pengawet atau dikemas. Sebuah riset menunjukkan bahwa dengan tren konsumsi makanan kemasan dan siap saji turut menyumbang meningkatnya jumlah penderita penyakit seperti jantung. dyah ayu pamela

BOHEMIAN Tenun Ikat


PDF Print
Tuesday, 14 August 2012
Image

Seni dan keindahan Indonesia tidak berhenti menginspirasi dunia fashion. Begitu juga bagi perancang Didiet Maulana yang giat mengeksplorasi tenun ikat dari berbagai daerah.

Sebanyak 36 baju karyanya ditampilkan dalam fashion show bertajuk “Eksotika Mamiri”pada Jumat (10/8) lalu di Plaza Indonesia,Jakarta.Keanggunan budaya Sulawesi menjadi inspirasi tema koleksi dari IKAT Indonesia by Didiet Maulana yang mengangkat kreasi tenun Makassar. Warna-warna segar dan bersinar,seperti biru,merah,oranye,dan hijau,dari tenun Makasar ini diproyeksikan lewat siluet feminin.

Mengambil konsep siluet era 70- an,Didiet berusaha menampilkan tenun dalam siluet internasional yang minimalis untuk memberi ekspose maksimal terhadap motif dan keindahan kain tenunnya. Kain tenun ditampilkan lewat aplikasi pada gaun,sebagai material utama cape dan look yang lebih modern.

Untuk koleksi kali ini,Didiet sengaja membuat padu padan yang bisa digunakan pemakainya untuk evening gala maupun event cocktail. ”Idenya dari gaya 70-an,sangat bohemian dan ada pula turban-turban. Saya ingin menjadikan itu sebuah tren dan menjadi alternatif bergaya,” ungkap Didiet saat ditemui SINDO usai fashion show.

Menurut Didiet,eksplorasi kain tenun ikat dari Makassar dipilihnya karena dia yang jatuh cinta kepada teksturnya yang bisa mengakomodasi dirinya saat ingin memunculkan efek glamor pada rancangannya.Dari segi warna pun karena penggunaan materi yang berbeda ini turut memunculkan warna-warna yang sangat fibrant. Sebelumnya,dalam beberapa koleksinya,Didiet Maulana pernah juga mengeksplor kain dari Bali dan Jepara.

Kali ini kain Indonesia bagian Timur dipilihnya karena motifnya yang geometrikal dan membuat kesan estetik. Didiet banyak menggunakan warna ungu dan warna pekat,seperti red wine. Sementara itu,di beberapa koleksinya kali ini Didiet juga menggabungkan beberapa elemen bordir khas Tasik dan beberapa elemen teknik dari Sumatera Barat.Dengan keseluruhan koleksi yang menggunakan cutting loose menyesuaikan dengan event Ramadan dan Idul Fitri. Memberikan kesan bebas jauh dari kungkungan bagi pemakainya.

Kesan kasual dimunculkan pada koleksi pertamanya di pergelaran kali ini,kemudian glamor,dan koleksi untuk evening.Kesan perempuan Indonesia powerful, tapi feminin begitu mendominasi koleksi yang akan ada di Jakarta dan Bali ini. Salah satu artis yang ikut hadir dalam fashion show IKAT Indonesia,Maudy koesnaedi,mengaku sudah lama mengikuti hasil karya Didiet Maulana.

“Saya menyukai koleksi Didiet,sangat Indonesia sekali. Saya dan Didiet punya hobi mengoleksi kain-kain Nusantara,salah satunya ikat,” sebutnya yang saat itu menggunakan kain tenun ikat asal NTT. ● dyah ayu Pamela 
 
 

Indonesia Kekurangan Dokter Ahli Bedah Saraf


PDF Print
Thursday, 24 November 2011
ImageSejumlah dokter ahli bedah saraf mengikuti workshop Asia-Pacific Cervical Spine Society (APCSS) di Kota Tangerang kemarin.

TANGERANG– Minimnya jumlah dokter bedah saraf dinilai sebagai salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya warga Indonesia memilih berobat ke luar negeri. Hingga saat ini jumlah dokter ahli bedah saraf yang hanya sekitar 200 orang dianggap tak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang sebanyak 240 juta jiwa.

”Dengan jumlah penduduk Indonesia yang banyak, tapi jumlah dokter ahli bedah saraf hanya sekitar 200 orang, memang sangat kurang.Coba saja bandingkan dengan Jepang, yang memiliki sekitar 7.000 orang dokter ahli bedah saraf,” ungkap Kepala Neuroscience RS Omni Alam Sutera,Serpong, Kota Tangerang Selatan, dr Alfred Sutrisno Sp BS, saat workshop Asia-Pacific Cervical Spine Society(APCSS),kemarin.

Menurut Alfred, jumlah yang belum memadai itu harus disiasati,salah satunya dengan meningkatkan kualitas atau kemampuan dokter di Indonesia agar mampu bersaing dengan para dokter dari luar negeri.” Keadaan ini menjadi tantangan buat kami.Jangan sampai masyarakat kita justru pada berobat keluar negeri karena keadaan itu,”kata dia.

Alfred menjelaskan,penyelenggaraan workshopdi antaranya untuk menambah masukan bagi para dokter se-Asia-Pasifik, khususnya Indonesia,mengenai perkembangan teknologi dan metode dalam operasi saraf dan tulang manusia. ”Saya coba kumpulkan para ahli se-Asia-Pasifik untuk saling berbagi ilmu. Tujuannya agar ada standardisasi keilmuan di bidang bedah saraf dan tulang,”ucapnya.

Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia sebelumnya mengungkapkan, perbandingan ahli bedah saraf di Indonesia idealnya 1:100.000. Bedah saraf merupakan kelompok studi tersendiri dan bagian dari pendidikan yang berkelanjutan dari ahli bedah.Namun, ilmu bedah saraf kurang dikenal, termasuk di kalangan dokter. Bukan hanya ahli bedah saraf, jumlah dokter saraf di Indonesia juga dinilai belum mencukupi.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi), Hasan Machfoed, mengungkapkan,jumlah dokter saraf di Indonesia yang baru mencapai sekitar 1000 dokter belum mencukupi. ”Untuk menghitung jumlah ideal dokter syaraf kita belum ada pedomannya, tapi tampaknya kita memang kekurangan karena masalah distribusi yang tidak merata,” ungkap Hasan kemarin.

Dia menjelaskan, tidak meratanya distribusi itu karena para lulusan dokter saraf sebagian besar berpraktik di kotakota besar.”Sebab dokter saraf memerlukan fasilitas yang agak sulit didapatkan di kabupaten atau kota kecil,”kata dia. Selain itu,daya beli dan permintaan masyarakat di kotakota besar juga lebih tinggi dibanding kota/kabupaten lain. Kendati demikian,menurut dia, ke depan memang akan mulai diatur agar setiap kabupaten/ kota memiliki dokter saraf.

Namun, untuk itu harus ditunjang pula dengan fasilitas rumah sakit tipe C atau tipe B yang lebih bagus di setiap kabupaten/ kota. Saat ini, menurut Hasan, sebanyak 70% kabupaten/ kota sudah diisi dengan dokter saraf.”Di DKI Jakarta,dari 150 rumah sakit, ada sekitar 240 dokter saraf, berarti 25% dokter saraf ada di Jakarta,”lanjut dia. denny irawan/ dyah ayu pamela

DPR Usul UU Pembatasan Penduduk


PDF Print
Tuesday, 29 November 2011
JAKARTA - Sejumlah anggota Komisi IX DPR mengusulkan perlunnya Undang-Undang (UU Pembatasan Penduduk). UU ini diharapkan jadi dasar hukum program antisipasi lonjakan penduduk secara masif.

Penduduk Indonesia saat ini tercatat mencapai 210 juta jiwa.Pertumbuhan penduduk ini diperkirakan bakal terus melaju.Jika tidak diantisipasi, akan terjadi ledakan penduduk di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Atas kondisi inilah, sejumlah anggota Komisi IX DPR mengusulkan perlunya Undang- Undang (UU) Pembatasan Penduduk.Wakil Ketua Komisi IX Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, penduduk Indonesia setiap tahunnya bertambah empat sampai lima juta jiwa.

Pertambahan penduduk yang tinggi ini sangat mengkhawatirkan. Dengan demikian, harus ada upaya secara masif dan komprehensif untuk mengatasi laju pertumbuhan penduduk tersebut. “Saya kira perlu ada pembatasan penduduk. Bila perlu, menyusun UU Pembatasan Penduduk. Kami sadar perlu kehati-hatian dalam menyusun UU ini.Harus dicari format yang tepat agar tidak menjadi produk hukum yang melanggar hak asasi manusia (HAM),” ungkap Irgan dalam rapat kerja dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Gedung DPR,Jakarta,kemarin.

Senada diungkapkan anggota Komisi IX DPR Jamaludin Jafar.Menurut dia, usulan UU Pembatasan Penduduk ini tidak akan mudah dilakukan,mengingat banyak pihak yang akan menyatakan bahwa UU tersebut melanggar HAM. Namun, menurut dia, alasan seperti itu memang selalu muncul dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk. Karena itu, ujarnya, DPR akan berupaya agar dalam penyusunan UU ini nanti meminimalisasi pelanggaran HAM yang terjadi. Anggota Komisi IX DPR Hernani Hurustiati juga mendukung usulan untuk menyusun UU Pembatasan Kependudukan.

Menurut dia,maksud penyusunan UU itu nantinya tidak melarangkelahiran, tapimembatasi jumlah kelahiran. Dia pun memastikan UU ini nantinya tidak akan melanggar HAM. “Program Keluarga Berencana (KB) ini tidak menjadi perhatian serius pemerintah daerah.Malah,ada program KB oleh sebuah pemerintah daerah dicantelkan ke Dinas Pemadam Kebakaran. Ini sangat ironis,”ungkap Hernani. Kepala BKKBN Sugiri Syarief mengatakan saat ini penduduk dunia mencapai 7 miliar jiwa.

Dengan demikian, jelasnya, setiap 12 tahun penduduk dunia bertambah 1 miliar jiwa. Ironisnya, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi tersebut terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Namun sebaliknya, dia menyebutkan di negara-negara maju kondisi pertumbuhan penduduk relatif tetap atau stabil. Saat ini penduduk Indonesia sudah mencapai angka 210 juta jiwa.

“Bila pertumbuhan penduduk Indonesia tetap 5%, 100 tahun kemudian atau tahun 2100, penduduk Indonesia bisa mencapai 1 miliar jiwa,”papar Sugiri. Pengamat perkotaan Institut Teknologi Bandung Muhammad Jehansyah mengatakan harus ada sinergi antarwilayah untuk mengatasi lonjakan jumlah penduduk di kota-kota besar di Indonesia.Pasalnya,kota-kota besar tidak bisa lepas dari daerah- daerah di sekitarnya.

Dia menilai pembatasan penduduk bukan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Menurut dia, yang lebih tepat adalah meningkatkan kapasitas pengelolaan manajemen perkotaan. radi saputro/dyah ayu pamela

Wajan Antilengket Bisa Picu Penyakit Jantung


PDF Print
Thursday, 13 September 2012
PARA ibu sebaiknya berhati-hati memilih produk rumah tangga. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan produk rumah tangga, seperti sabun,cat, dan peralatan masak antilengket ternyata meningkatkan risiko penyakit jantung.
 
Beberapa produk tersebut bisa saja mengandung bahan kimia asam perfluorooctanoic (PFOA). Padahal,jika masuk dalam darah,zat kimia tersebut bisa memicu penyakit jantung. Dalam studi terbaru tersebut di Amerika diungkapkan bahwa para pria dewasa dengan kadar asam perfluorooctanoic dalam darah yang tinggi memiliki dua kali lipat kemungkinan riwayat penyakit jantung,serangan jantung,dan stroke dibandingkan orang dewasa dengan tingkat PFOA terendah.

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan paparan bahan kimia asam perfluorooctanoic dengan kadar kolesterol tidak sehat dan faktor risiko lain untuk penyakit jantung.Namun, potensi bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh bahan kimia tetap tidak diketahui. Kadar level PFOA tertinggi juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko tinggi terkena penyakit arteri perifer,suatu kondisi yang berkaitan dengan penyakit jantung dengan arteri di tungkai menjadi sempit dan mengeras.

Meski demikian,para peneliti mengatakan,hasil penelitian tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati. Itu karena studi tersebut melihat hubungan antara PFOA dan penyakit jantung pada satu titik dalam kurun waktu.Hal itu tidak menunjukkan bahwa paparan PFOA menyebabkan atau bahkan mendahului penyakit jantung. Para peneliti mengaitkan berbagai faktor dalam kesehatan dan demografi, seperti ras,pendidikan, obesitas,merokok,dan kolesterol.

Namun,mereka menekankan bahwa faktor yang tidak diketahui selain PFOA dapat menjelaskan beberapa kemungkinan lain. “Apa yang kami temukan adalah bahwa tingkat asam perfluorooctanoicyang tinggi dan penyakit kardiovaskular hidup berdampingan untuk beberapa alasan,”kata penulis Anoop Shankar MD PhD,seorang ahli epidemiologi di Virginia West University of Public Health di Morgantown,Amerika Serikat.

Penelitian yang diterbitkan awal September ini dalam Archives of Internal Medicine didasarkan pada data dari Kesehatan Nasional dan Survei Pemeriksaan Gizi. Survei besar kesehatan pemerintah Amerika tersebut yang dilakukan setiap tahun. Kepala Pengobatan Kardiovaskular di Texas Tech University Health Sciences Center di El Paso Debabrata Mukherjee mengatakan, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan,sementara ini masyarakat dapat berhatihati dan bisa meminimalkan paparan PFOA.

 “Misalnya,orang-orang yang selama ini minum air yang mungkin terkontaminasi oleh pabrik-pabrik terdekat yang menggunakan PFOA mulai berpikir untuk menggunakan air kemasan atau air yang disaring,”kata Mukherjee.Dia menambahkan,menghindari peralatan masak antilengket dan produk konsumen lainnya yang mungkin mengandung PFOA adalah cara lain bagi individu untuk membatasi paparan.

Menurut Environmental Protection Agency,jumlah jejak PFOA ditemukan dalam produk konsumen.Umumnya merupakan sisa-sisa dari proses manufaktur dan tidak muncul untuk menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia. Paparan PFOA telah dikaitkan juga,misalnya dengan disfungsi pembuluh darah,kolesterol tinggi “jahat”(LDL),kolesterol rendah “baik”(HDL),dan resistensi insulin,yang semuanya merupakan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular.

Eugene Storozynsky MD PhD,seorang ahli jantung dan internis di Universitas Rochester Medical Center di Rochester,New York, mengatakan,penting untuk diingat bahwa obesitas, merokok,dan tekanan darah tinggi merupakan faktorfaktor risiko klasik yang bertanggung jawab untuk mayoritas serangan jantung.

“Tidak merokok dan mempertahankan gaya hidup sehat harus menjadi bagian dari setiap jenis program pencegahan untuk penyakit jantung,”imbuhnya. dyah ayu pamela/healthday